Pengertian Sikap Menurut Para Ahli


Menurut para ahli psikologi, sikap secara umum memiliki berbagai definisi. Menurut Syah (2011: 118) dalam arti sempit sikap adalah pandangan atau kecenderungan mental. Thurstone (Ahmadi, 2007: 150) mengartikan sikap sebagai tingkat kecenderungan yang bersifat positif ataupun negatif yang berhubungan dengan objek psikologi. Objek psikologi disini meliputi: simbol, kata-kata, slogan, orang, lembaga, ide. Menurut Ahmadi (2007: 151) sikap adalah kesiapan merespon yang bersifat positif atau negatif terhadap objek atau situasi secara konsisten. Menurut Syah (2009: 149) sikap adalah gejala internal berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap objek orang, barang, dan sebagainya, baik secara positif maupun negatif. Sejalan dengan itu Walgito (2003: 127) menyatakan bahwa sikap merupakan organisasi pendapat mengenai objek atau situasi yang relatif ajeg disertai adanya perasaan tertentu, dan memberikan dasar kepada seseorang untuk membuat respons atau berperilaku dalam cara tertentu. Menurut Eagly & Chaiken (Hanurawan, 2012: 64) sikap adalah tendensi untuk bereaksi dalam cara suka atau tidak suka terhadap suatu objek. Menurut Lestari dan Yudhanegara (2017: 93) sikap merupakan kecenderungan perasaan terhadap suatu objek, situasi, kosep, orang lain ataupun dirinya sendiri, akibat hasil proses belajar ataupun pengalaman di lapangan yang menyatakan rasa suka/medukung (sikap positif) atau rasa tidak suka/tidak mendukung (sikap negatif).

Baron dan Byrne (Walgito, 2003: 126) mengutip pendapat dari Eagly dan Himmelfarb,  serta  pendapat  dari  Rajecki  yang  menyatakan  bahwa : “Specifically, they define attitudes as relativety lasting cluster of feelings, beliefs, and behavior tendencies directed toward specific person, ideas, objects, or groups”. Artinya secara  khusus,  mereka  mendefinisikan  sikap  sebagai  relativitas  yang  bertahan  dari sekelompok  perasaan,  kepercayaan, dan  kecenderungan  perilaku  yang  diarahkan pada  orang,  ide,  objek,  atau  kelompok  tertentu. Sedangkan  Myers (Walgito, 2003: 127) berpendapat bahwa sikap itu merupakan “A predisposition towards some object; includes one’s beliefs, feeling, and behavior tendencies concerning the object” yang artinya kecenderungan terhadap suatu objek; termasuk keyakinan, perasaan, dan kecenderungan perilaku seseorang terkait objek.

Dari beberapa pendapat di atas, pengertian sikap telah mengandung komponen kognitif (beliefs), komponen afektif (feelings), dan komponen konatif (behavior tendencies). Gerungan (2004: 160) memberikan pengertian sikap sebagai berikut:
“Pengertian attitude itu dapat kita terjemahkan dengan sikap terhadap objek tertentu yang dapat merupakan  sikap pandangan atau sikap perasaan, tetapi sikap tersebut disertai dengan kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan sikap objek itu. Jadi attitude bisa diterjemahkan dengan tepat sebagai sikap dan kesediaan beraksi terhadap suatu hal”.

Sejalan  dengan  itu  Secord  &  Backman (Azwar, 2013: 5)  mendefinisikan  sikap sebagai keteraturan  tertentu  dalam  hal  perasaan  (afeksi),  pemikiran  (kognisi),  dan presiposisi  tindakan (konasi)  seseorang  terhadap  sesuatu  sepek  di  lingkungan sekitarnya.

Dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sikap secara umum merupakan kecenderungan mental yang bersumber dari organisasi pemikiran (kognitif), perasaan (afektif), serta prediposisi kecenderungan perilaku (konatif)  mengenai  objek  dan  situasi  tertentu  untuk  merespon dengan  cara  positif atau negatif.

Referensi
Ahmadi, A. 2007. Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.
Azwar, S. 2013. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Gerungan. 2004. Psikologi Sosial. Bandung: PT Refika Aditama.
Hanurawan, F. 2012. Psikologi Sosial Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Sosdakarya.
Lestari dan Yudhanegara. 2017. Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: PT Reflika Aditama.
Syah, M. 2009. Psikologi Belajar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Syah.2011. Psikolgi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Walgito, B. 2003. Psikologi Sosial Suatu Pengantar. Yogyakarta: ANDI.

Posting Komentar

0 Komentar